Showing posts with label Komputer & Jaringan. Show all posts
Showing posts with label Komputer & Jaringan. Show all posts

Perbedaan IPv4 dengan IPv6

Sunday, June 26, 2016 Add Comment
Perbedaan IPv4 dengan IPv6
IPv4 (Internet Protokol v4) didefinisikan oleh The Internet Engineering Task Force (IETF) adalah versi pertama protokol internet yang digunakan pada tahun 1981, Menggunakan Versi 4 karena telah dilakukan 4 kali revisi pada sistem ini, Protokol ini digunakan untuk melakukan komunikasi antar komputer. IPv4 ditetapkan dengan panjang 32 bit, IPv4 memungkingkan 232 IP yang berarti sekitar 4,294,967,296 Prokol komputer dapat terhubung ke internet.

Meskipun Alamat IPv4 cukup besar dalam jumlah 32 bit, tetapi alokasi dan penggunaan tidak cukup efisien untuk menahan pertumbuhan lalu lintas internet. Pertumbuhan masa depan internet dipetaruhkan, Karena alokasi Ipv4 yang sangat terbatas dan alokasi yang sudah hampir habis.

Mengapa IPv6 bukan IPv5, pada tahun 1980-an, IPv5 digunakan sebagai Protokol Percobaan dan sampai saat ini tidak pernah digunakan, IPv5 biasanya disebut sebagai Protokol Streaming, Jadi Penerus Langsung dari IPv4 adalah IPv6. IPv6 (Internet Protokol v6) dikembangkan sejak tahun 1998, Alamat dalam IPv6 ditetapkan 128 bit sehingga alamat IP lebih banyak dan dapat dialokasikan untuk komputer serta perangkat lain yang terhubung ke internet. Keuntungan digunakannya IPv6 karena menggunakan 128 bit, Jadi IPv6 dapat menampung triliun alamat. Berikut ini Perbedaan antara IPv4 dengan IPv6 :

IPv4 :
- Panjang alamat 32 bit.
- Konfigurasi secara manual atau DHCP
- Dukungan terhadap IPsec Opsional
- Checksum termasuk pada Header
- Menggunakan ARP Request secara broadcast untuk menterjemahkan alamat IPv4 ke alamat link-layer
- Untuk Mengelola grup pada subnet lokal digunakan Internet Group Management protocol (IGMP)
- Fragmentasi dilakukan oleh pengirim dan ada router, menurunkan kinerja router
- Tidak mensyaratkan ukuran paket pada link-layer dan harus bisa menyusun kembali paket berukuran 576 byte.

IPv6 :
- Panjang alamat 128 bit.
- Bisa menggunakan address autoconfiguration
- Dukungan terhadap IPsec Dibutuhkan
- Checksum tidak masuk dalam Header
- ARP Request diganti oleh Neighbor Solitcitation secara multicast
- IGMP telah digantikan fungsinya oleh Multicast Listener Discovery (MLD)
- Fragmentasi dilakukan hanya oleh pengirim
- Paket Link Layer harus mendukung ukuran paket 1280 byte dan harus bisa menyusun kembali paket berukuran 1500 byte

Kelebihan Ipv6 dan sebagai solusi yang terdapat dalam IPv6 adalah salah satu pemicu percepatan implementasi, berikut ini Kelebihan-kelebihan menggunakan IPv6 :
1. IPv6 merupakan solusi bagi keterbatasan alamat IPv4 (32 bit), IPv6 dengan 128 bit memungkinkan pengalamatan yang lebih banyak, yang memungkinkan IP-nisasi berbagai perangkat (PDA, handphone, perangkat rumah tangga, perlengkapan otomotif).
2. Aspek keamanan dan kualitas layanan (QoS) yang telah terintegrasi.
3. Desain autokonfigurasi IPv6 dan strukturnya yang berhirarki memungkinkan dukungan terhadap komunikasi bergerak tanpa memutuskan komunikasi end-to-end.
4. IPv6 memungkinkan komunikasi peer-to-peer tanpa melalui NAT, sehingga memudahkan proses kolaborasi / komunikasi end-to-end: manusia ke manusia, mesin ke mesin, manusia ke mesin dan sebaliknya.

Kesimpulan : IPv6 merupakan Pengembangan dari versi sebelumnya yaitu IPv4, dan sebagai solusi akan keterbatasan alamat.

Teknik Pengkabelan UTP Cross dan Straight

Thursday, April 07, 2016 Add Comment
Kabel merupakan komponen fisik jaringan yang paling rentan dan harus diinstalasi secara cermat dan teliti, walaupun kabel bukanlah sesuatu yang begitu menarik dan biasanya segera dilupakan orang begitu selesai diinstalasi. Namun begitu jaringan terkena masalah, maka kabel merupakan komponen pertama yang diperiksa, karena kemungkinan besar timbul pada komponen ini.

Kabel digolongkan ke dalam media transmisi yang terpadu. Untuk media transmisi yang terpadu, kapasitas transmisi, dalam hal bandwidth atau datarate, tergantung secara kritis pada jarak dan keadaan media apakah point-to-point atau multipoint, seperti Local Area Network (LAN). Tiga media yang terpandu yang secara umum digunakan untuk transmisi data adalah twisted pair, coaxial dan fiber optic(serat optik).

Kabel boleh dikatakan merupakan media jaringan yang utama dalam membangun sebuah jaringan komputer termasuk juga kartu jaringan. Karena dengan dua komponen ini saja tanpa komponen media LAN expansion yaitu hub, kita sudah bisa membangun satu jaringan komputer kecil dengan menggunakan topologi bus.

Twisted Pair 
Merupakan jenis kabel yang paling sederhana dibandingkan dengan lainnya dan saat ini paling banyak digunakan sebagai media kabel dalam membangun sebuah jaringan komputer.

Deskripsi fisik
1. Twisted pair terdiri dari dua kawat tembaga berselubung yang diatur sedemikian rupa sehingga membentuk pola spiral.
2. Satu pasang kawat berfungsi sebagai sebuah link komunikasi.
3. Dalam jarak yang semakin jauh, satu bundel kabel twisted pair akan dapat terdiri dari beratus-ratus pasangan, pilihan dari kabel ini akan mengurangi interferensi yang terjadi antara kabel.

Aplikasi 
1. Twisted pair biasa digunakan untuk komunikasi suara atau telepon.
2. Digunakan untuk digital signaling, koneksi ke digital data switch atau ke digital PBX untuk bangunan.
3. Twisted pair juga sering digunakan untuk komunikasi data dalam sebuah jaringan lokan (LAN).

Jenis Twisted Pair
Twisted pair dibagi atas dua jenis yaitu Unshielded Twisted Pair atau lebih dikenal dengan singkatannya UTP dan Shielded Twisted Pair atau STP. Sesuai dengan namanya jelas bahwa perbedaan keduanya terletak pada shield atau bungkusnya. Pada kabel STP didalamnya terdapat satu lapisan pelindung kabel internal sehingga melindungi data yang ditransmisikan dari interferensi atau gangguan.

Kabel UTP jauh lebih populer dibandingkan dengan STP dan paling banyak digunakan sebagai kabel jaringan. Salah satu alasan utama mengapa jenis kabel UTP ini sangat populer dibandingkan dengan jenis kabel lainnya adalah karena penggunaan kabel UTP sebagai kabel telepon. Banyak gedung menggunakan kabel ini untuk sistem telepon dan biasanya ada kabel ekstra yang dipasang untuk memenuhi pengembangan di masa mendatang. Karena kabel ini juga bisa digunakan untuk mentransmisikan data dan juga suara, maka menjadi pilihan untuk membangun jaringan komputer. Yang membedakan antara telepon dengan komputer dalam hal penggunaan kabel UTP ini terletak pada konektornya. Pada komputer digunakan RJ-45 yang dapat menampung 8 koneksi kabel sedangkan pada telepon digunakan RJ-11, dapat menampung 4 koneksi kabel yang ukurannya lebih kecil.

Karakter Transmisi 
1. Untuk sinyal analog dibutuhkan amplifier untuk tiap jarak 5 sampai 6 km.
2. Untuk sinyal digital dibutuhkan repeater setiap 2 sampai 3 km.

Keuntungan dan Kerugian 
1. Keuntungan dari penggunaan media twisted pair ini dalam suatu jaringan komputer adalah kemudahan dalam membangun instalasi dan harga yang relatif murah.
2. Kerugiannya adalah jarak jangkau dan kecepatan transmisi data pada twisted pair relatif terbatas. Selain itu mudah terpengaruh noise.

Secara umum, pemasangan kabel UTP tersebut ada dua tipe, yaitu tipe straight dan tipe cross.

1. Kabel Straight
Kabel straight adalah istilah untuk kabel yang menggunakan standar yang sama pada kedua ujung kabelnya, bisa EIA/TIA 568A atau EIA/TIA 568B pada kedua ujung kabel. Sederhananya, urutan warna pada kedua ujung kabel sama. Pada kabel straight, pin 1 di salah satu ujung kabel terhubung ke pin 1 pada ujung lainnya, pin 2 terhubung ke pin 2 di ujung lainnya, dan seterusnya.

Penggunaan kabel straight :
- Menghubungkan komputer ke port biasa di Switch.
- Menghubungkan komputer ke port LAN modem cable/DSL.
- Menghubungkan port WAN router ke port LAN modem cable/DSL.
- Menghubungkan port LAN router ke port uplink di Switch.
- Menghubungkan 2 HUB/Switch dengan salah satu HUB/Switch menggunakan port uplink dan yang lainnya menggunakan port biasa .

Konfigurasi warnanya adalah sebagai berikut :
1. Putih Orange
2. Orange
3. Putih Hijau
4. Biru
5. Putih Biru
6. Hijau
7. Putih Coklat
8. Coklat

untuk lebih jelasnya adalah sebagai berikut:


2. Kabel Cross 
Kabel crossover menggunakan EIA/TIA 568A pada salah satu ujung kabelnya dan EIA/TIA 568B pada ujung kabel lainnya. Untuk mengenali sebuah kabel apakah crossover ataupun straight adalah dengan hanya melihat salah satu ujung kabel. Jika urutan warna kabel pada pin 1 adalah Putih Hijau, maka kabel tersebut adalah kabel crossover (padahal jika ujung yang satunya lagi juga memiliki urutan warna yang sama yaitu Putih Hijau sebagai pin 1, maka kabel tersebut adalah kabel Straight). Tapi untungnya, kebanyakan kabel menggunakan standar EIA/TIA 568B pada kedua unjung kabelnya.

Penggunaan kabel crossover :
- Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung.
- Menghubungkan 2 buah HUB/Switch menggunakan port biasa diantara kedua HUB/Switch.
- Menghubungkan komputer ke port uplink Switch.
- Menghubungkan port LAN router ke port biasa di HUB/Switch

Konfigurasi Cross :
Pada kabel cross ini urutan warna pada ujung kabel berbeda seperti di jelaskan di bawah ini :

Ujung kabel 1 :
1. Putih Orange
2. Orang
3. Putih hijau
4. Biru
5. Putih biru
6. Hijau
7. Putih coklat
8. Coklat

Ujung kabel 2 :
1. Putih hijau
2. Hijau
3. Putih orang
4. Biru
5. Putih biru
6. Orang
7. Putih coklat
8. Coklat

untuk lebih jelasnya seperti gambar di bawah ini :



RJ-45
Konektor ini digunakan sebagai alat penghubung antara Kabel UTP dan LAN Card atau HUB/Swicth. Konektornya ini bentuknya seperti colokan telepon hanya saja lebih besar. Nama untuk konektor ini adalah RJ-45.

Crimping Tool 
Satu lagi yang sangat penting, Anda harus punya tang khusus buat memasang konektor ke kabel UTP, istilah kerennya adalah “crimp tool”. Alat ini gunanya untuk ‘mematikan’ atau ‘menanam’ konektor ke kabel UTP. Jadi sekali sudah di ‘tang’, maka sudah tidak bisa dicopot lagi konektornya.

LAN tester 
LAN Tester adalah sebuah alat yang digunakan untuk pengecekan kabel UTP yang telah terpasang RJ-45. Bentuknya seperti kotak dan terdapat lampu LED delapan pasang dan bisa berkedip.

Percobaan 1 
1. Mengupas lapisan kabel UTP dengan menggunakan crimping tool dan meratakan ujungnya.
2. Menyusun kabel sesuai dengan posisinya (straight atau cross) kemudian memasukkannya ke dalam lubang (pin) di konektor RJ-45.


3. Setelah memasukkan kabel tepat dengan posisinya, kemudian menjepit kabel dengan menggunakan crimping tool.


4. Langkah terakhir adalah menguji kabel yang sudah dibuat dengan menggunakan LAN Tester.


5. Hasilnya adalah LED pada LAN Tester menyala dari lampu 1-8.

Sekian dan semoga bermanfaat.

Macam-Macam Perangkat Jaringan Komputer

Sunday, March 27, 2016 Add Comment
1. NIC (Network Interface Card)
Kartu Jaringan (NIC) merupakan perangkat yang menyediakan media untuk menghubungkan antara komputer, kebanyakan kartu jaringan adalah kartu internal, yaitu kartu jaringan yang di pasang pada slot ekspansi di dalam komputer. Beberapa komputer seperti komputer MAC, menggunakan sebuah kotak khusus yang ditancapkan ke port serial atau SCSI port komputernya. Pada komputer notebook ada slot untuk kartu jaringan yang biasa disebut PCMCIA slot. Kartu jaringan yang banyak terpakai saat ini adalah : kartu jaringan Ethernet, LocalTalk konektor, dan kartu jaringan Token Ring. Yang saat ini populer digunakan adalah Ethernet, lalu diikuti oleh Token Ring, dan LocalTalk.





2. HUB atau Concentrator
Secara sederhana HUB bisa dikatakan suatu perangkat yang memiliki banyak port yang akan menghubungkan beberapa node atau titik sehingga membentuk suatu jaringan pada topologi star. Pada jaringan yang umum dan sederhana salah satu port menghubungkan HUB tersebut ke komputer Server. Sedangkan port lainnya digunakan untuk menghubungkan komputer client atau workstation yang sudah memiliki NIC untuk membentuk suatu jaringan. Hub mempunyai banyak slot concentrator yang mana dapat dipasang menurut nomor port dari card yang dituju.

Ciri-ciri yang dimiliki Konsentrator adalah :
• Biasanya terdiri dari 8, 12, atau 24 port RJ-45
• Digunakan pada topologi Bintang/Star
• Biasanya di jual dengan aplikasi khusus yaitu aplikasi yang mengatur manajemen port tersebut.
• Biasanya disebut hub
• Biasanya di pasang pada rak khusus, yang didalamnya ada Bridges, router

3. Switch
Switch atau lebih dikenal dengan istilah LAN switch merupakan perluasan dari konsep bridge. Ada dua arsitektur dasar yang digunakan pada switch, yaitu cut – through dan store – and – forward. Switch cut-through memiliki kelebihan di sisi kecepatan karena ketika sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke segmen tujuannya. Sedangkan switch store-and-forward merupakan kebalikan dari switch cut-through. Switch ini menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ke tujuan dan untuk memeriksa satu paket memerlukan waktu, tetapi ini memungkinkan switch untuk mengetahui adanya kerusakan pada paket dan mencegahnya agar tidak mengganggu jaringan. Dengan switch ada beberapa keuntungan karena setiap segmen jaringan memiliki bandwidth 10 Mbps penuh, tidak terbagi seperti pada "shared network." Dengan demikian kecepatan transfer data lebih tinggi. Jaringan yang dibentuk dari sejumlah switch yang saling berhubungan disebut "collapsed backbone." Saat ini perusahaan umumnya memilih jaringan Ethernet 10 Mbps pada segmen-segmennya dan Fast Ethernet 100 Mbps untuk koneksi ke server. Biasanya merka menggunakan switch 10/100 yang biasanya memiliki beberapa port 10 Mbps untuk koneksi ke komputer client dan 1 port 100 Mbps untuk koneksi ke server atau komputer yang dianggap sebagai server.


4. Router
Router merupakan ujung tombak dalam mengatur aliran data pada jaringan komputer, dari mulai membagi kategori jaringan kemudian besaran trafic yang ingin diberikan dalam tiap kategori jaringan, serta membatasi dan juga memperkuat akses jaringan. Sebuah Router mengartikan informaari dari satu jaringan ke jaringan yang lain, dia hampir sama dengan Bridge namun agak pintar sedikit, router akan mencari jalur yang terbaik untuk mengirimkan sebuah pesan yang berdasakan atas alamat tujuan dan alamat asal. Sementara Bridges dapat mengetahui alamat masing-masing komputer di masing-masing sisi jaringan, router mengetahui alamat komputer, bridges dan router lainnya. Router dapat mengetahui keseluruhan jaringan melihat sisi mana yang paling sibuk dan dia bisa menarik data dari sisi yang sibuk tersebut sampai sisi tersebut bersih.

Jika sebuah perusahaan mempunyai LAN dan menginginkan terkoneksi ke Internet, mereka harus membeli router. Ini berarti sebuah router dapat menterjemahkan informasi diantara LAN anda dan Internet. ini juga berarti mencarikan alternatif jalur yang terbaik untuk mengirimkan data melewati internet. Ini berarti Router itu :
- Mengatur jalur sinyal secara effisien
- Mengatur Pesan diantara dua buah protocol
- Mengatur Pesan diantara topologi jaringan linear Bus dan Bintang(star)
- Mengatur Pesan diantara melewati Kabel Fiber optic, kabel koaksial atau kabel twisted pair


5. Modem
Modem adalah singkatan dari modulator dan demodulator. Modulator berfungsi untuk melakukan proses menumpangkan data pada sinyal informasi ke sinyal pembawa agar dapat dikirim ke pengguna melalui media tertentu, proses ini biasa disebut dengan proses modulasi. pada proses ini data dari komputer yang berbentuk sinyal digital akan diubah menjadi sinyal analog. Sedangkan Demodulator berfungsi sebagai proses mendapatkan kembali data yang dikirim oleh pengirim. Pada proses ini data akan dipisahkan dari frekuensi tinggi dan data yang berupa sinyal analog akan diubah kembali menjadi sinyal digital agar bisa dibaca oleh komputer. Jadi kesimpulannya fungsi modem adalah sebuah perangkat keras yang berfungsi untuk komunikasi dua arah yang merubah sinyal digital menjadi sinyal analog atau sebaliknya untuk mengirimkan pesan/data ke alamat yang dituju. Bisa juga diartikan sebagai perantara untuk menghubungkan komputer kita ke jaringan internet


Media

A. Media Kabel
1. Twisted Pair Cable (UTP)
 Kabel Twisted Pair Cable ini ada dua jenis yaitu shielded dan unshielded.

a. Unshielded Twisted Pair Kabel “Unshielded twisted pair” (UTP) digunakan untuk LAN dan sistem telepon. Kabel UTP terdiri dari empat pasang warna konduktor tembaga yang setiap pasangnya berpilin. Pembungkus kabel memproteksi dan menyediakan jalur bagi tiap pasang kawat. Kabel UTP terhubung ke perangkat melalui konektor modular 8 pin yang disebut konektor RJ-45. Semua protokol LAN dapat beroperasi melalui kabel UTP. Kebanyakan perangkat LAN dilengkapi dengan RJ-45. Secara singkat kabel UTP adalah murah dan mudah dipasang, dan bisa bekerja untuk jaringan skala kecil Kategori UTP Terdapat 5 kategori (level) untuk kabel UTP. Kategori ini mendukung sinyal suara berkecepatan rendah (low-speed voice) dan sinyal LAN berkecepatan tinggi. Kategori 5 UTP direkomendasikan sebagai kategori minimum untuk instalasi LAN dan cocok untuk topologi star. Tabel berikut menunjukkan masing-masing kategori

b. Shielded Twisted Pair Kabel STP sama dengan kabel UTP, tetapi kawatnya lebih besar dan diselubungi dengan lapisan pelindung isolasi untuk mencegah gangguan interferensi. Jenis kabel STP yang paling umum digunakan pada LAN ialah IBM jenis/kategori 1. “Shielded twisted pair” juga adalah jenis kabel telepon yang digunakan dalam beberapa bisnis instalasi. Terdapat pembungkus tambahan untuk tiap pasangan kabel (”twisted pair”).Kabel STP juga digunakan untuk jaringan Data, digunakan pada jaringan Token-Ring IBM. Pembungkusnya dapat memberikan proteksi yang lebih baik terhadap interferensi EMI.


2. Coaxial Cable
Coaxial Cable terdiri atas dua kabel yang diselubungi oleh dua tingkat isolasi. Tingkat isolasi pertama adalah yang paling dekat dengan kawat konduktor tembaga. Tingkat pertama ini dilindungi oleh serabut konduktor yang menutup bagian atasnya yang melindungi dari pengaruh elektromagnetik. Sedangkan bagian inti yang digunakan untuk transfer data adalah bagian tengahnya yang selanjutnya ditutup atau dilindungi dengan plastik sebagai pelindung akhir untuk menghindari dari goresan kabel. Beberapa jenis kabel Coaxial lebih besar dari pada yang lain. Makin besar kabel, makin besar kapasitas datanya, lebih jauh jarak jangkauannya dan tidak begitu sensitif terhadap interferensi listrik. Media ini paling banyak digunakan sebagai media LAN meskipun lebih mahal dan lebih sukar penggunaannya dibandingkan twisted pair. Kabel ini memiliki bandwith yang lebar, sehingga bisa digunakan untuk komunikasi broadband. Thick Coaxial biasanya digunakan untuk kabel backbone pada jaringan instalasi Ethernet antar gedung. Dapat menjangkau jarak 500 m bahkan 2500 m dengan menggunakan repeater. Thin coax (dikenal juga sebagai 10 Base 2) adalah cocok untuk network rumah atau kantor, dengan dua atau tiga komputer. Kabel ini mirip seperti kabel antena TV, harganya tidak terlalu mahal dan mudah pemasangannya. Kabel jenis ini proses pemasangannya menggunakan konektor BNC. Pada jaringan jenis ini untuk menyambung ke masing-masing komputer menggunakan konektor T (T-connector) dan setiap ujungnya menggunakan terminator atau penutup (50 ohm) jika tidak menggunakan HUB.


3. Fiber Optik
Kabel Fiber Optik adalah teknologi kabel terbaru. Terbuat dari glas optik. Di tengah-tengah kabel terdapat filamen glas, yang disebut “core”, dan di kelilingi lapisan “cladding”, “buffer coating”, material penguat, dan pelindung luar.Informasi ditransmisikan menggunakan gelombang cahaya dengan cara mengkonversi sinyal listrik menjadi gelombang cahaya. Transmitter yang banyak digunakan adalah LED atau laser. Kabel Fiber Optik banyak digunakan pada jaringan WAN untuk komunikasi suara dan data. Kendala utama penggunaan kabel fiber optik di LAN adalah perangkat elektroniknya yang masih mahal. Sedangkan harga kabel Fiber Optiknya sendiri sebanding dengan kabel LAN UTP.


B. Wireless

1. Access Point
Access Point adalah perangkat half-duplex, yang berarti komunikasi dapat terjadi 2 arah (mengirim dan menerima) namun dalam satu waktu hanya bisa terjadi 1 arah saja, dapat kita analogikan seperti perangkat walkie-talkie. Access Point merupakan perangkat infrastruktur jaringan yang terhubung ke sistem terdistribusi (mis : jaringan ethernet) sehingga memungkinkan user-user pengguna wireless access point mengakses jaringan lokal. Access Point menyediakan akses bagi komputer dan perangkat wireless lainnya kedalam jaringan lokal menggunakan RF sebagai media koneksi. Ketika perangkat wireless terhubung ke sebuah access point, maka perangkat itu disebut berada dalam mode infrastruktur. Dalam mode ini, semua trafik data wireless akan dilewatkan melalui access point.

Pengertian Multiplexing

Monday, February 22, 2016 Add Comment
Pengertian Multiplexing

Multiplexing adalah suatu teknik pengiriman lebih dari satu (banyak) informasi melalui satu saluran. Dua stasiun komunikasi tidak akan memakai kapasitas penuh dari suatu data link, oleh karena itu kapasitasnya dibagi. Multiplexing memungkinkan beberapa sumber transmisi membagi kapasitas transmisi menjadi lebih besar. Perangkat yang melakukan multiplexing disebut Multiplexer atau disebut juga dengan istilah Transceiver/Mux. Dan untuk penerima, gabungan sinyal-sinyal itu akan kembali dipisahkan sesuai dengan tujuan masing-masing. Proses ini disebut dengan Demultiplexing. Perangkat yang melakukan Demultiplexing disebut dengan Demultiplexer atau disebut dengan istilah Demux.
Tujuan utama dari multiplexing adalah agar saluran telekomunikasi menjadi lebih efisien. Misalnya kabel, pemancar & penerima (transceiver), atau kabel optik. Contoh aplikasi dari teknik multiplexing ini adalah pada jaringan transmisi jarak jauh, baik yang menggunakan kabel maupun yang menggunakan media udara (wireless atau radio). Sebagai contoh, satu helai kabel optik Surabaya-Jakarta bisa dipakai untuk menyalurkan ribuan percakapan telepon. Idenya adalah bagaimana menggabungkan ribuan informasi percakapan (voice) yang berasal dari ribuan pelanggan telepon tanpa saling bercampur satu sama lain.
Teknik multiplexing ada beberapa cara. Yang pertama, multiplexing dengan cara menata tiap informasi (suara percakapan 1 pelanggan) sedemikian rupa sehingga menempati satu alokasi frekuensi selebar sekitar 4 kHz. Teknik ini dinamakan Frequency Division Multiplexing (FDM). Teknologi ini digunakan di Indonesia hingga tahun 90-an pada jaringan telepon analog dan sistem satelit analog sebelum digantikan dengan teknologi digital.
Pada pembahasan ini, digambarkan teknik-teknik yang efisien dalam penggunaan data link dengan beban yang sangat berat. Secara spesifik, dengan perangkat yang dihubungkan dengan jalur ujung-ke-ujung, umumnya diharapkan adanya frame multiple yang menonjol sehingga link data tidak macet di antara kedua station tersebut. Biasanya, dua station yang saling berkomunikasi tidak akan menggunakan link data berkapasitas penuh. Untuk efisiensinya, kapasitas tersebut harus dibagi. Istilah umum untuk pembagian semacam itu disebut multiplexing.
Aplikasi multiplexing yang umum adalah dalam komunikasi long-haul. Media utama pada jaringan long-haul berupa jalur gelombang mikro, koaksial, atau serat optik berkapasitas tinggi. Jalur-jalur ini dapat memuat transmisi data dalam jumlah besar secara simultan dengan menggunakan multiplexing.
Pada gambar dibawah ini menggambarkan fungsi multiplexing dalam bentuk yang paling sederhana. Terdapat input n untuk multiplexer. Multiplexer dihubungkan ke demultiplexer melalui sebuah jalur tunggal. Saluran tersebut mampu membawa n channel data yang terpisah.
Multiplexer menggabungkan (melakukan multiplexing) data dari jalur input n dan mentransmisikannya melalui jalur berkapasitas tinggi. Demultiplexer menerima aliran data yang sudah dimultiplexkan, kemudian memisahkan (melakukan demultiplexing) data berdasarkan channel, lalu mengirimkannya ke saluran output yang tepat.
Penggunaan multiplexing secara luas dalam komunikasi data dapat dijelaskan melalui hal-hal berikut ini: - Semakin tinggi rate data, semakin efektif biaya untuk fasilitas transmisi. Maksudnya, untuk suatu aplikasi dan pada jarak tertentu, biaya per kbps menurun bila rate data fasilitas transmisi meningkat. Hampir sama dengan itu, biaya transmisi dan peralatan penerima per kbps menurun, bila rate data meningkat. - Sebagian besar perangkat komunikasi data individu memerlukan dukungan rate data yang relatif sedang-sedang saja. Sebagai contoh, untuk sebagian besar aplikasi komputer pribadi dan terminal, rate data diantara 9600 bps dan 64 kbps sudah cukup memadai.
Pernyataan tersebut dimaksudkan sebagai syarat-syarat bagi perangkat komunikasi data. Pernyataan yang sama diterapkan untuk komunikasi suara. Maksudnya, semakin besar fasilitas transmisi sebagai syarat untuk channel suara, semakin berkurang biaya per channel suara individu. Kapasitas yang diperlukan untuk sebuah channel suara tunggal biasanya sedang-sedang saja.
Pembahasan ini menitik beratkan pada tiga jenis teknik multiplexing. Pertama, Frequency-Division Multiplexing (FDM), yang paling banyak dilakukan dan cukup dikenal oleh siapa saja yang pernah menggunakan radio atau televisi. Kedua, kasus khusus dari time Division Multiplexing (TDM) atau disebut juga dengan TDM synchkronous. Jenis ini paling banyak dipergunakan untuk memultiplexingkan aliran suara dan aliran data yang didigitalkan. Jenis ketiga dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi synchronous dengan cara menambahkan rangkaian rumit ke multiplexer. Jenis ini memiliki beberapa sebutan, diantaranya statistical TDM, synchronous TDM, dan intellegence TDM. Di dalam buku karya Wiliam Stallings yang berjudul “Komunikasi Data dan Komputer Edisi 8” menggunakan istilah statistical TDM, yang menyoroti salah satu sifat utamanya. Terakhir, kita mengamati jalur pelanggan digital, yang mengkombinasikan teknologi TDM synchronous dan FDM.

Transmisi Data Analog dan Digital

Saturday, January 23, 2016 Add Comment
Transmisi data yang sering digunakan adalah data analog dan digital. Ada tiga bagian dalam dalam transmisi data yaitu :
1. Data
Data didefinisikan suatu entity yang berisi informasi-informasi yang diperlukan. Data terdiri dari data analog contohnya suara, video, temperatur, tekanan. Dan data digital contohnya text, integer.

2. Signalling
Representasi data yang berupa gelombang elektromagnetik yang akan disebarkan atau ditransmisikan. Signalling berfungsi sebagai penyebaran sinyal melalui media transmisi.

3. Transmisi
Transmisi merupakan pemrosesan dan pengolahan dari sinyal yang dikirim maupun diterima.

Acousti spectrum/ spectrum suara (Analog)


Gambar di atas merupakan contoh data analog yakni audio/musik. Audio direpresentasikan dalam bentuk gelombang suara akuistik yang dapat kita rasakan secara langsung. Rentang gelombang dimulai -20 dB, tempat terjadinya percakapan adalah pada rentang frekuensi sekitar 100 Hz – 8 KHz.

Kemungkinan Cara Transmisi Message


  



Data Analog


Gambar di atas merepresentasikan data yang akan diubah ke bentuk sinyal analog.
• Data dari analog ke sinyal analog pada gambar di atas contohnya percapakan melalui telepon.
• Data digital dapat diubah ke sinyal analog dengan memakai modem (modulator/demodulator)

Data Digital


Gambar di atas merepresentasikan data yang akan diubah ke bentuk sinyal digital.
• Data dari digital diubah ke sinyal digital menggunakan digital transceiver
• Sinyal analog dapat diubah ke data digital dengan memakai codec (coder-decoder)

Referensi : William Stallings, Data and Computer Communications : Eight Edition, Prentice Hall, Pearson Education Inc : 2007

Pengantar Sinyal Digital dan Analog

Wednesday, January 20, 2016 Add Comment
Sinyal 
Sinyal merupakan sebuah fungsi yang digunakan untuk menyampaikan informasi. Sinyal dapat dinyatakan sebagai fungsi waktu (time domain) dan fungsi frekuensi(frequency domain).

Konsep domain waktu :
• Sinyal Analog : sinyal yang intensitasnya berubah-ubah dalam bentuk halus dan bervariasi sepanjang waktu. • Sinyal Digital : sinyal yang intensitasnya mempertahankan level yang tetap. Berubah pada tingkat konstan tertentu kemudian berubah pada tingkat konstan yang lain. Sinyal digital hanya menggambarkan bilangan biner 1 dan 0.
• Sinyal Periodik : sinyal yang berulang pada periode tertentu sehingga membentuk pola perulangan sepanjang waktu.
• Sinyal Aperiodik : sinyal yang tidak berulang sepanjang waktu tertentu.

Contoh sinyal analog dan sinyal digital

Dari gambar tersebut dapat kita lihat bahwa sinyal analog bentuknya berubah-ubah setiap waktu dan tidak konstan, sedangkan sinyal digital tetap dan levelnya konstan setiap waktu.

Contoh sinyal periodik

Dari gambar diatas dapat kita amati bentuk dari sinyal periodik tersebut berulang setiap waktunya. Karakteristik penting dari sinyal periodik adalah :
• Amplitudo : ukuran sinyal pada waktu tertentu dan berupa gelombang elektromagnetik sehingga dapat diukur dalam volt.
• Frekuensi : banyaknya jumlah putaran yang terbentuk dalam satu periode. Frekuensi berbanding terbalik terhadap periode (1/T).
• Phase : ukuran dari posisi relatif terhadap waktu dan tidak melewai periode tunggal dari sinyal.

Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa dua gelombang dengan beda phase π/2

Referensi : William Stallings, Data and Computer Communications : Eight Edition, Prentice Hall, Pearson Education Inc : 2007 

Terima Kasih telah membaca, semoga bermanfaat :)

Media Transmisi

Sunday, January 03, 2016 Add Comment
Media transmisi merupakan media penghantar/penghubung fisik antara transmitter dan receiver dalam transmisi data. Media Transmisi dibagi dua yaitu guided dan unguided.

1. Guided Media

a. Twisted Pair Terdiri dari dua isolasi kawat tembaga yang berbentuk spiral yang terlindungi.
Penggunaannya :
- untuk jarak jauh dengan data rate 4 Mbps atau lebih
- pada sistem telephone
- biaya murah
Karakteristik transmisi :
- untuk sinyal analog, diperlukan amplifier setiap 5 – 6 km.
- untuk sinyal digital, diperlukan repeater setiap 2 – 3 km.
- Jarak terbatas
- Batasan bandwidth 1MHz
- Batasan data rate 100MHz
- Dapat menerima interferensi dan noise

Unshielded vs Shielded TP 

Unshielded Twisted Pair (UTP)
• Kabel telepon biasa
• termurah
• mudah diinstal/dipasang

Shielded Twisted Pair (STP)
• metal braid or sheathing yang mengurangi interferensi
• lebih mahal
• sulit dibawa


b. Kabel Koaksial terdiri dari konduktor silinder rongga luar yang mengelilingi suatu kawat konduktor tunggal. Kedua konduktor dipisahkan oleh bahan isolasi.
Penggunaannya :
- transmisi telephone dan televise jarak jauh
- Television Distribution (TV kabel)
- Local Area Network (LAN)
- Short run system links 



Transmisi Data

Thursday, December 24, 2015 1 Comment

Transmisi Data

Transmisi data merupakan suatu proses pengiriman atau transfer data dari pengirim(source) ke penerima(destination). Data dari pengirim(source) tidak ditransmisikan secara langsung dalam bentuk data, melainkan dengan menggunakan transmitter. Transmitter disini berfungsi untuk mengubah atau mengkodekan informasi(data) menjadi sebuah sinyal elektromagnetik. Kemudian sinyal akan ditransmisikan melalui media transmisi. Sinyal dari source akan ditangkap oleh receiver untuk diubah atau dikodekan kembali menjadi data. Kemudian data tersebut diterima oleh penerima(destination). 

 Contoh transmisi data
Keberhasilan atau kesuksesan sebuah transmisi data ditentukan oleh dua faktor yaitu :
- Kualitas dari sinyal yang ditransmisikan
- Karakteristik media transmisi

Media Transmisi

Transmisi data terjadi antara transmitter dan receiver melalui media transmisi. Media transmisi dibagi menjadi dua yaitu :
a. Guided : Data ditransmisikan dalam bentuk gelombang melalui sepanjang jalur fisik dan dikendalikan, seperti twisted pair, kabel koaksial, dan fiber optik.
b.Unguided : Media unguided biasa disebut media wireless, data ditransmisikan melalui jalur fisik dan tidak mengendalikannya. Contoh unguided media yaitu udara, air, vacuum(ruang hampa).

Terminologi Transmisi Data

- Direct Link : Transmisi data dilakukan melalui sambungan langsung (tanpa perantara), transmisi antara dua perangkat dimana sinyal ditransmisikan langsung dari transmitter ke receiver dengan tanpa perantara seperti amplifier atau repeater. - Point to point : Direct Link antara dua perangkat dan hanya dua perangkat sama-sama menggunakan media yang menggunakan jalur hubungan.


TX/RX : Transmitter/Receiver
- Multi-point : Lebih dari dua perangkat menggunakan media yang sama dalam jalur hubungan


Dapat dilihat bahwa multi-point terdapat 2 atau lebih perangkat (transmitter/receiver) pada media yang sama. Dan juga terdapat amplifier dan repeater yang digunakan untuk memperkuat sinyal.

Transmisi data dapat dilakukan secara :
1. Simplex
- Sinyal ditransmisikan satu arah yaitu dari pengirim ke penerima.
- Sumber yang satu bertindak sebagai transmitter data dan mengirimkannya ke receiver lainnya.
Contohnya : siaran televisi, siaran radio
2. Duplex
a) Half Duplex
- Sinyal ditransmisikan dari dua arah secara bergantian
- Kedua perangkat dapat melakukan transmisi tetapi secara bergantian dalam satu waktu
Contohnya : komunikasi menggunakan handy talky
b) Full Duplex
- Sinyal ditransmisikan dari dua arah secara bersamaan
- Kedua perangkat dapat melakukan transmisi secara bersamaan
Contohnya : komunikasi menggunakan telepon

Referensi :  William Stallings, Data and Computer Communications : Eight Edition, Prentice Hall, Pearson Education Inc : 2007

Cara Mengatasi error 711 di Windows 7

Friday, November 25, 2011 3 Comments

Sobat mungkin pernah mengalami pesan error ketika ingin koneksi dengan internet. Pesannya kira-kira seperti ini "Error 711: The operation could not finish because it could not start the Remote Access Connection Manager service in time. Please try the operation again". Kemudian sobat tidak tahu bagaimana cara mengatasinya. Oleh karena itu jangan panic, disini saya akan memberikan solusinya.

1. Masuk ke “run” kemudian ketikkan “msconfig”.











2. Lalu pilih tab services dan klik disable all. Setelah itu restart komputer anda.














3. Setelah komputer direstart, masuk ke C:\Windows\System32\LogFiles\WMI , kemudian di dalam nya terdapat folder RtBackup, hapus folder tersebut.

4. Kemudian masuk lagi ke system configuration seperti langkah pertama, lalu enable all. Restart komputer anda lagi.

5. Dan akhirnya sobat bisa koneksi dengan jaringan internet.

Jika cara yang pertama gagal karena disebabkan folder tidak bisa dihapus, saya masih punya satu cara lagi, syaratnya harus dual boot linux dan windows. Masuk ke linux sobat lalu hapus folder RtBackup tadi.
Sekian semoga bermanfaat. Wassalamualaikum. . .

Cara Meremove DirectX 10 di Windows XP

Saturday, August 13, 2011 1 Comment

Pada postingan sebelumnya saya telah membahas bagaimana cara menginstall directx 10 di windows xp. Dan kali ini saya akan berbagi info tentang bagaimana cara meremovenya. Sobat mungkin mempunyai kesulitan dalam meremove/menguninstallnya. Tidak seperti software-software yang biasa dilakukan tinggal mengklik uninstall programnya. Untuk lebih jelasnya ikutilah langkah-langkah sebagai berikut :

1. Klik start menu >> run >> ketikkan “regedit”

2. Kemudian pilih HKEY_LOCAL_MACHINE" lalu "SOFTWARE" dan pilih "MICROSOFT >> DIRECTX."

3. Kemudian hapus semua file registrynya.
Setelah itu buka file “dx9.reg” untuk mengganti registry. Bisa anda download di http://rapidshare.com/files/285927609/dx9.rar

4. Restart computer anda,, dan cek lagi directx versionnya.. selesai



Cara menginstal directX 10 di windows XP

Sunday, July 03, 2011 1 Comment

Pada postingan kali ini saya akan berbagi info tentang cara menginstal directX 10 di windows xp.

DirectX 10 ini masih dalam bentuk versi Alpha. DirectX 10 ini bukan dirilis resmi oleh windows karena DirectX 10 hanya dirilis untuk windows vista saja. Bagi yang mau mendownloadnya silahkan ikuti langkah berikut.

- Langkah pertama klik link ini untuk mendownloadnya.
- Setelah selesai mendownload, ekstrak filenya (password marcopolo)
- Kemudian install file dengan nama DirectX 10 XP, setelah itu diikuti dengan menginstal DirectX 10 Fix 3.
- Anda bisa mengecek directx versionnya, pada run ketikan perintah “dxdiag”

Macam – Macam Topologi Jaringan Komputer

Saturday, April 30, 2011 Add Comment
Macam – Macam Topologi Jaringan Komputer

A. PEAR TO PEAR
Merupakan topologi yang dihubungkan dengan satu jalur komunikasi tunggal dan hanya terdiri dari 2 komputer (tidak boleh lebih).

Kelebihan :
- Transfer data cepat
- Ekonomis karena hanya terdiri dari satu jalur saja
- Setiap computer dapat terhubung secara langsung
Kelemahan :
- Bila terjadi gangguan kabel/jalur pusat maka semua work station akan terganggu
- Tidak dapat dilakukan penambahan work station baru karena hanya terbatas pada dua computer

B. BUS
Merupakan topologi yang dihubungkan dengan satu jalur komunikasi tunggal dan terdiri lebih dari beberapa computer, dan merupakan pengembangan dari topologi pear to pear.

Kelebihan :
- Setiap workstation bisa saling terhubung secara langsung
- Ekonomis karena hanya terdiri dari satu jalur dan tidak memerlukan banyak media
- Mudah dalam penambahan workstation baru tanpa mengganggu workstation lain
- Jika salah satu workstation rusak, tidak mengganggu kinerja yang lain.
Kelemahan :
- Bila terjadi gangguan kabel/jalur pusat maka semua work station akan terganggu
- Tidak dapat dilakukan transmisi secara bersama-sama karena harus bergantian dan menunggu workstation yang lain selesai melakukan transmisi
- Akses data lambat

C. RING
Merupakan topologi yang dihubungkan dengan satu jalur komunikasi tunggal, terdiri dari beberapa computer dan pada setiap ujung jalur saling terhubung membentuk lingkaran.

Kelebihan :
- Setiap workstation bisa saling terhubung secara langsung
- Ekonomis karena hanya terdiri dari satu jalur dan tidak memerlukan banyak media
- Tidak terjadi tabrakan data karena hanya satu workstation yang dapat melakukan transmisi dalam satu waktu.

Kelemahan :
- Bila terjadi gangguan kabel/jalur pusat maka semua work station akan terganggu
- Akses data lambat (terjadi antrian)
- Sulit dalam penambahan workstation baru

D. DUAL RING
Merupakan topologi yang dihubungkan dengan suatu jalur komunikasi ganda, sehingga jika terjadi kerusakan pada salah satu jalur maka akan digunakan jalur yang lainnya, terdiri dari beberapa computer dan pada setiap ujung jalur saling terhubung membentuk lingkaran.

Kelebihan :
- Setiap workstation bisa saling terhubung secara langsung
- Terdapat dua jalur pusat sehingga jika terjadi gangguan pada satu jalur tidak akan terjadi gangguan, karena akan digunakan jalur yang lain.
- Tidak terjadi tabrakan data karena hanya satu workstation yang dapat melakukan transmisi dalam satu waktu.

Kelemahan :
- Akses data lambat (terjadi antrian)
- Sulit dalam penambahan workstation baru

E. STAR
Merupakan topologi yang dihubungkan oleh banyak jalur yang disatukan/dihubungkan dengan perangkat HUB dan memiliki satu computer induk (server).

Kelebihan :
- Control manajemen lebih mudah karena sifatnya terpusat
- Mudah dalam penambahan workstation baru
- Bisa menampung banyak pengguna

Kelemahan :
- Jika computer pusat (server) rusak, maka akan mengganggu kegiatan jaringan
- Setiap kegiatan dalam jaringan harus selalu melewati computer pusat
- Tidak ekonomis karena memiliki banyak jalur dan media
- Beban yang berat pada computer pusat (server)

F. MESH / WEB / SWITCH
Merupakan topologi yang terdiri dari banyak computer dan memiliki banyak jalur yang menghubungkan masing-masing computer secara langsung.

Kelebihan :
- Akses data cepat karena setiap workstation terhubung secara langsung.
- Bisa menampung banyak pengguna

Kelemahan :
- Semakin banyak computer maka semakin banyak dan rumit jalurnya
- Tidak ekonomis karena memiliki banyak jalur dan media

G. TREE
Merupakan topologi yang memiliki susunan berbentuk pohon dan bertingkat, masing – masing tingkatan terdapat satu computer induk.

Kelebihan :
- Control manajemen lebih mudah karena sifatnya terpusat dan terbagi dalam jaringan
- Mudah dalam instalasi dan pemeliharaan
- Jika terjadi kerusakan pada computer client, tidak akan mengganggu jaringan

Kelemahan :
- Jika computer pusat (server) rusak, maka akan mempengaruhi workstation yang ada pada jenjang di bawahnya

H. DAISY
Merupakan evolusi dari topologi BUS dan RING, yaitu setiap simpul terhubung langsung ke simpul yang lain melalui kabel dan saluran, bukan lingkaran utuh. Dihubungkan secara serial (bukan parallel) sehingga tidak mengenal server dan client.

Kelebihan :
- Semua workstation memiliki status yang sama
- Mudah dalam instalasi dan pemeliharaan

Kelemahan :
- Jika computer pusat (server) rusak, maka akan mengganggu komunikasi workstation lain.
- Kurang handal

Pengenalan Jaringan LAN

Tuesday, April 26, 2011 Add Comment
Pengenalan Jaringan LAN
Local Area Network ( LAN ) adalah sebuah jaringan computer antara dua atau lebih yang saling dikoneksikan sehingga memungkinkan masing-masing computer tersebut dapat bertukar data atau proses.

Jaringan computer ini bervariasi dari ukuran atau jumlah anggota, lingkup atau jarak antar anggota, bentuk koneksi, media koneksi dan system interaksi antar anggotanya. Jaringan computer diklasifikasikan berdasarkan hal-hal diatas karena masing-masing memerlukan penanganan sendiri untuk mempertahankan unjuk kerja dari jaringan tersebut. Jaringan computer dengan skala kecil mungkin tidak terdapat permasalahan seperti pada jaringan computer dengan skala besar. Hal ini disebabkan karena jaringan dengan skala besar kadang memerlukan penanganan khusus untuk menghindari kemacetan jalur akibat media transmisi yang digunakan tidak mampu menanggung beban trafik yang cukup padat.

Lingkup atau jarak antar anggota juga harus ditangani secara spesifik. Penggolongan jaringan computer berdasarkan hal ini ada tiga macam yaitu Local Area Network (LAN), Metropolitan Area Network (MAN) dan Wide Area Network (WAN). LAN adalah jaringan dengan ruang lingkup yang paling kecil karena hanya dipakai untuk jaringan-jaringan dalam sebuah kantor atau gedung dengan jarak terjauh dari media transmisinya kurang lebih satu kilometer. MAN adalah jaringan computer yang lingkupnya dalam satu kota dengan jarak terjauh media transmisinya mencapai 10 kilometer.

Dari sudut pandang system yang dianut suatu jaringan computer dapat dikelompokkan sebagai jaringan dengan system peer to peer, client server, dump terminal, dan merarkis.

Manfaat
1.Mempermudah pertukaran data
2.Menghemat pemakaian resource
3.Reliabilitas tinggi
4.Sebagai media komunikasi yang handal

Kekurangan :
Kekurangan utama yang ada pada sebuah jaringan adalah factor keamanan yang harus diatasi. Hal ini disebabkan dengan mengkoneksikan computer kita dengan computer yang lain dimana data-data atau program dapat saling dipertukarkan maka virus computer yang bertujuan untuk merusak system pun dapat dengan cepat menyebar. Untuk mengatasi hal ini tentu sangat dibutuhkan software antivirus.
Disamping itu dengan koneksi ke jaringan berarti computer kita bisa diakses orang lain. Dalam hai ini keamanan data sangat tergantung dari setting keamanan di tiap-tiap terminal dan apabila ada koneksi dengan internet maka diperlukan firewall yang akan melindungi jaringan local dari intruder dari luar yang tidak bertanggung jawab.

Merakit Laptop Axioo

Wednesday, March 23, 2011 Add Comment
Komponen Laptop yang akan di rakit

Casing Laptop Axioo


Memory, card WLAN, prosesor, dan
harddisk yang akan di rakit ke laptop Axioo

Pasang Harddisk Spacer


Harddisk dan spacer-nya


spacer yang sudah di pasang di harddisk

Pasang Harddisk ke Laptop



Memasukan harddisk ke tempat
harddisk di body laptop


Harddisk yang sudah terpasang


tutup casing tempat harddisk

Penyebab Kerusakan Komputer dan Cara Mengatasinya

Wednesday, March 23, 2011 Add Comment
Penyebab Kerusakan Komputer dan Cara Mengatasinya

Berikut Merupakan Rangkuman Masalah dan kendala Yang sering Pengguna Komputer Hadapi dan Bagaimana Cara Pencegahannya :
1. Komputer Tidak Mau Hidup
Cara Mengatasinya :
- Cek koneksi kabel (dari power outletnya ke tombol power pada PC)
- Cek apakah stabilizer berfungsi atau tdak (jika memakai stabilizer)
- Cek kabel power pada CPU
- Jika masih juga tidak mau hidup permasalahanya mungkin terletak pada power supply atau MB

2. Komputer Mau Hidup Tetapi Tidak Mau Booting
Cara Mengatasinya :
Kenali Terlebih dahulu Bunyi Beep :
Beep 1 kali saja Tanda bahwa kondisi komputer baik
Beep 1 kali, panjang Terdapat problem di memory
Beep 1 kali panjang dan 3 kali pendek Kerusakan di VGA card
Beep 1 kali panjang dan 2 kali pendek Kerusakan di DRAM parity
Beep terus menerus Kerusakan dimodul memory atau memory video
- Cek dengan menggunakan software dianosa seperti sisoft sandra, PC mark04, PC mark05 dll

3. Komputer Mau Booting Tetapi Selalu “Safe Mode “ (untuk masuk ke safe mode tekan F8)
Cara Mengatasinya :
- restart kembali komputer anda
- jika masih trouble intall ulang windows anda
- jika masih safe mode juga, berarti HD anda bermasalah
cek dengan : scan disk

4. Komputer Sering Hang
Cara Mengatasinya
- Disebabkan software mengalami crash
- tekan ctrl + alt + del >> klik End task pada program yang “Not Responding”
- tekan tombol restart pada CPU
- Disebabkan hardware mengalami konflik (adanya penambahan hardware baru)
- konflik antar hardware sering terjadi pada sistem operasi windows
- install ulang windows anda, tetapi yang perlu diingat sebelum reinstall windows anda, lepaskan dulu hardware baru anda
- alankan fasilitas “add new“ hardware yang terdapat pada control panel.

5. Keyboard Tidak Dikenali Oleh Komputer
Cara Mengatasinya
- cek apakah keyboard anda sudah terpasang dengan benar
- jika sudah tapi masih juga keyboard tidak terdeteksi maka kemungkinan keyboard anda bermasalah.
- coba ganti keyboard anda, jika sudah diganti tapi juga masih bermasalah maka kemungkinan besar yang rusak adalah di bagian port keyboard di MB anda.
- Jika memang Sudah di Ganti Keyboard Baru tapi tetap tidak terdeteksi Juga Coba Ganti dengan Keyboard USB dan apabila tidak terdeteksi Juga berarti ada yang salah Pada sitem Windows Sobat

6 Mouse Tidak Dikenali Oleh Komputer (sama denagn kasus keyboard)

7. Pointer Mouse Selalu Meloncat-Loncat
Cara Mengatasinya
- mouse kotor segera di Bersihkan (khususnya pada bola mouse)

8. Komputer Sering Crash
Cara Mengatasinya :
- cek semua posisi kabel, hardware, dan juga tegangan pada casing, cek suhu pada CPU dan jua cek ram, processor dan juga vga.

9. Bila Produsen MetherBoard(MB) Tidak Diketahui
Cara Mengatasinya :
- buka casing, dan cek CPU anda biasanya sebuah MB memiliki label produsen yang sekaligus berisi spesifikasi tipe Mbnya.
- Lihat pada manual book
- Cari data Mb lewat internet, cocokan ID yang tercetak pada sticker board denan daftar yang terdapat pada situs www.fcc.gov/oet/fccid, dan cari daftar nomor ID yang dikeluarkan oleh lembaga perijinan untuk perangkat elektonik di Amerika
- Gunakan software analisa, seperti sandra99 dll.

10. Lupa Password BIOS
Cara Mengatasinya :
- Cabut batterey cmos pada cpu
- Atau dengan cara emncoba menebak bberapa password default untuk beberapa produsen bios misalkan AMI dan AWARD (contoh : A.M.I, AMI, AMI_SW, ALLY, 589589 dll)

11. Jam dan setting tanggal BIOS Selalu Berubah-Rubah
Cara Mengatasinya :
- batteray cmos sudah tidak berfungsi (mati), ganti dengan batteray yang baru

12. Menambah Perangkat Hardware Baru, Tp Tidak Terdeteksi Oleh BIOS
Cara Mengatasinya :
- Kemungkinan besar bios anda sudah kuno sehingga tidak dapat mendeteksi hardware yang baru, maka segera update bios anda (bisa download melalui internet, mis : www.windrivers.com)

13. Melacak Kerusakan Card Pada MB
Cara Mengatasinya :
- cobalah denganmencabut dan menancapkan beberapa card pada MB anda
- jika booting berhasil maka card anda tidak bermasalah begitu jua sebaliknya

14. Pasang Processor Baru Tp Tidak Terdeteksi
Cara Mengatasinya :
- cek apakah anda sudah memasang processor denan benar
- cek apakah posisi jumper pada processor sudah benar (tentang jumper pada processor bisa anda priksa pada manual booknya)

15. Crash Setelah Memasang RAM Baru
Cara Mengatasinya :
- kemungkinan ram yang anda pasang tidak kompatibel dengan komputer anda (cabut ram tersebut)

16. Menambah RAM Tapi Tidak Terdeteksi
Cara Mengatasinya :
- Lakukan pengecekan seperti ketika kasus sebelumnya
- Pastikan slot yan dipakai sesuai, misalnya : SD RAM memiliki slot yang hampir sama dengan RD RAM tetapi RD RAM, tidak bisa terdeteksi meskipun bisa dipasang pada slot jenis SD RAM.

17. Setelah Menambah RAM Proses Komputer Manjadi Semakin Lambat
Cara Mengatasinya :
- perhatikan batas kapasitas ram anda, misalnya ram jenis EDO batas maksimalnya adalah 64 MB, maka ketika dipaksakan untuk ditambah maka komputer anda menjadi semakin lambat

18. Virtual Ram
Cara Mengatasinya :
- klik kanan icon My computer, pilih propertis, kemudian pilih tab performance dan klik VIRTUAL MEMORY
- pilih item let me specify my own virtual memory setting (pilih HD yang akan digunakan sebagai virtual memory)
- klok OK

19. Monitor Tidak Mau Nyala
Cara Mengatasinya :
- pastikan semua kabel power maupun konektor yang berhubungan dengan monitor ok
- pastikan juga pin yang ada pada port VGA masuk dengan sempuran tidak ada yang bengkok apalagi tidak masuk semua/salah satu pin ke port VGA
- pastikan juga VGA card anda ok

20. Monitor Menjadi Gelap Saat Loading Windows
Cara Mengatasinya :
- kemungkinan disebabkan karena setup driver untuk monitor tidak tepat(setting frekuensinya terlalu tinggi)
- masuk dulu ke dalam kondisi safe mode (tekan F8)
- install ulang driver VGAnya

21. Tampilan Tiba-Tiba Rusak Dan Komputer Manjadi Hang
Cara Mengatasinya :
- dikarenakan suhu (pada VA card) sangat panas

22. Ukuran Tampilan monitor Tidak Sesuai Keinginan
Cara Mengatasinya :
- masuk ke display propertis (klik kana semabrang tempat pilih propertis)
- Tekan tab setting dan dan atur ukuran tampilan sesuai dengan keinginan (pada screean area)

23. Monitor Seperti Berkedip Saat Digunakan
Cara Mengatasinya :
- masuk ke display propertis (klik kana semabrang tempat pilih propertis)
- Tekan tab setting dan klik advance, kemudian klik adapter, pada bagian ini ditampilkan refresh raet yang dininkan

24. Sound Card Baru Tidak Terdeteksi
Cara Mengatasinya :
- Crash dengan saounda card yang lama
- cek pada manual booknya, apakah soundcard on boardnya perlu dimatikan atau tidak jika hendak menginstall ulang soundcard yan baru (biasanya bisa dimatikan lewat jumper atau bios)

Menginstalasi Perangkat jaringan berbasis WAN

Sunday, March 20, 2011 Add Comment
Menginstalasi Perangkat jaringan berbasis WAN
Merencanakan kebutuhan dan spesifikasi
Pengenalan Jaringan Komputer
Stand Alone adalah suatu istilah bagi keadaan komputer yang tidak terhubung dengan komputer lain. Sebaliknya, jika komputer Anda berhubungan dengan komputer dan peralatan-peralatan lain sehingga membentuk suatu grup, maka ini disebut sebagai network (jaringan). Sedangkan bagaimana antarkomputer tersebut berhubungan serta mengatur sumber-sumber yang ada, itulah yang disebut dengan networking (sistem jaringan).
Bila suatu network berada dalam satu lokasi (misalkan dalam satu gedung) maka disebut sebagai Local Area Network (LAN). Bila antar-network saling berhubungan dari satu lokasi ke lokasi lain yang relatif jauh (misalkan antarkota), maka keadaan ini disebut Wide Area Network (WAN).
1.1. Fungsi Jaringan
Dalam era informasi sekarang ini, penggunaan komputer merupakan suatu hal yang tidak terhindarkan dan cenderung menjadi suatu keharusan. Interkoneksi antar komputer telah menambah fungsi lain darinya, tidak hanya sebagai pengolah dan penyimpan data, melainkan sebagai alat komunikasi dan resource & information sharing. Dalam suatu jaringan komputer kita bisa saling berbagi pemakaian sumber daya (resource), misalnya pemakaian printer bersama, CDROM, floppy disk, dsb. Selain itu, komputer dalam suatu jaringan dapat menjadi alat komunikasi dan information sharing yang efektif, misalnya dengan teleconference meeting, Internet,
mailing list, dsb.
Model OSI memiliki tujuh layer. Prinsip-prinsip yang digunakan bagi ketujuh layer tersebut adalah :
1. Sebuah layer harus dibuat bila diperlukan tingkat abstraksi yang berbeda.
2. Setiap layer harus memiliki fungsi-fungsi tertentu.
3. Fungsi setiap layer harus dipilih dengan teliti sesuai dengan ketentuan standar protocol internasional.
4. Batas-batas layer diusahakan agar meminimalkan aliran informasi yang melewati interface.
5. Jumlah layer harus cukup banyak, sehingga fungsi-fungsi yang berbeda tidak perlu disatukan dalam satu layer diluar keperluannya. Akan tetapi jumlah layer juga harus diusahakan sesedikit mungkin sehingga arsitektur jaringan tidak menjadi sulit dipakai.
1.3.1 Model jaringan TCP/IP
TCP/IP adalah protokol yang digunakan di jaringan global karena memiliki sistem pengalamatan yang baik dan memiliki sistem pengecekan data. Saat ini terdapat dua versi TCP/IP yang berbeda dalam sistem penomoran, yaitu IPv4 (32 bit) dan IPv6 (128 bit), dan saat ini yang masih digunakan adalah IPv4. Untuk memepermudah penulisan, alamat IP biasanya ditulis dalam bentuk empat segmen bilangan desimal yang dipisahkan tanda titik dan setiap segmen mewakili delapan bit pada alamat IP. Setiap network adapter dapat memiliki lebih dari satu alamat IP namun sebuah alamat IP (IP address) tidak boleh dipakai oleh dua atau beberapa network adapter. Pengaturan alokasi alamat IP dilakukan oleh badan internasional bernama Internic. Saat ini lebih dari 85% alamat IP (IPv4) telah terpakai sehingga sebentar lagi sistem IPv4 akan digantikan oleh IPv6.
1.1. IP Address
Bagian ini memegang peranan yang sangat penting karena meliputi perencanaan jumlah network yang akan dibuat dan alokasi IP address untuk tiap network. Kita harus membuat subnetting yang tepat untuk keseluruhan jaringan dengan mempertimbangkan kemungkinan perkembangan jaringan di masa yang akan datang. Sebagai contoh, ITB mendapat alokasi IP addres dari INTERNIC (http://www.internic.net) untuk kelas B yaitu 167.205.xxx.xxx. Jika diimplementasikan dalam suatu jaringan saja (flat), maka dengan IP Address ini kita hanya dapat membuat satu network dengan kapasitas lebih dari 65.000 host. Karena letak fisik jaringan tersebar (dalam beberapa departemen dan laboratorium) dan tingkat kongesti yang akan sangat tinggi, tidak mungkin menghubungkan seluruh komputer dalam kampus ITB hanya dengan menggunakan satu buah jaringan saja (flat). Maka dilakukan pembagian jaringan sesuai letak fisiknya. Pembagian ini tidak hanya pada level fisik (media) saja, namun juga pada level logik (network layer), yakni pada tingkat IP address.. Pembagian pada level network membutuhkan segmentasi pada IP Address yang akan digunakan. Untuk itu, dilakukan proses pendelegasian IP Address kepada masing-masing jurusan, laboratorium dan lembaga lain yang memiliki LAN dan akan diintegrasikan dalam suatu jaringan kampus yang besar. Misalkan dilakukan pembagian IP kelas B sebagai berikut :
IP address 167.205.1.xxx dialokasikan untuk cadangan
IP address 167.205.2.xxx dialokasikan untuk departemen A
IP address 167.205.3.xxx dialokasikan untuk departemen B
Ip address 167.205.4.xxx dialokasikan untuk unit X
dsb.
Pembagian ini didasari oleh jumlah komputer yang terdapat pada suatu jurusan dan prediksi peningkatan populasinya untuk beberapa tahun kemudian. Hal ini dilakukan semata-mata karena IP Address bersifat terbatas, sehingga pemanfaatannya harus diusahakan seefisien mungkin.
Jika seorang administrator di salah satu departemen mendapat alokasi IP addres 167.205.48.xxx, maka alokasi ini akan setara dengan sebuah IP address kelas C karena dengan IP ini kita hanya dapat membentuk satu jaringan berkapasitas 256 host yakni dari 167.205.9.0 sampai 167.205.9.255.
Dalam pembagian ini, seorang network administrator di suatu lembaga mendapat alokasi IP Address 167.205.9.xxx. Alokasi ini setara dengan satu buah kelas C karena sama-sama memiliki kapasitas 256 IP Address, yakni dari 167.205.9.0 sampai dengan 167.205.9.255. Misalkan dalam melakukan instalasi jaringan, ia dihadapkan pada permasalahan-permasalahan sebagai berikut :
•Dibutuhkan kira-kira 7 buah LAN.
•Setiap LAN memiliki kurang dari 30 komputer.
Berdasarkan fakta tersebut, ia membagi 256 buah IP address itu menjadi 8 segmen. Karena pembagian ini berbasis bilangan biner, pembagian hanya dapat dilakukan untuk kelipatan pangkat 2, yakni dibagi 2, dibagi 4, 8, 16, 32 dst. Jika kita tinjau secara biner, maka kita mendapatkan :
Jumlah bit host dari subnet 167.205.9.xxx adalah 8 bit (segmen terakhir). Jika hanya akan diimplementasikan menjadi satu jaringan, maka jaringan tersebut dapat menampung sekitar 256 host.
Jika ia ingin membagi menjadi 2 segmen, maka bit pertama dari 8 bit segmen terakhir IP Address di tutup (mask) menjadi bit network, sehingga masking keseluruhan menjadi 24 + 1 = 25 bit. Bit untuk host menjadi 7 bit. Ia memperoleh 2 buah sub network, dengan kapasitas masing-masing subnet 128 host. Subnet pertama akan menggunakan IP Address dari 167.205.9.(0-127), sedangkan subnet kedua akan menggunakan IP Address 167.205.9.(128-255). (Tabel Pembagian 256 IP Address menjadi 2 segmen)
Karena ia ingin membagi menjadi 8 segmen, maka ia harus mengambil 3 bit pertama ( 23 = dari 8 bit segmen terakhir IP Address untuk di tutup (mask) menjadi bit network, sehingga masking keseluruhan menjadi 24 + 3 = 27 bit. Bit untuk host menjadi 5 bit. Dengan masking ini, ia memperoleh 8 buah sub network, dengan kapasitas masing-masing subnet 32 (=25) host. Ilustrasinya dapat dilihat pada Tabel subnet.
1.1. Model Jaringan
1.3.1 Model jaringan ISO / OSI
Model referensi OSI (Open System Interconnection) menggambarkan bagaimana informasi dari suatu software aplikasi di sebuah komputer berpindah melewati sebuah media jaringan ke suatu software aplikasi di komputer lain. Model referensi OSI secara konseptual terbagi ke dalam 7 lapisan dimana masing-masing lapisan memiliki fungsi jaringan yang spesifik, seperti yang dijelaskan oleh gambar dibawah ini (tanpa media fisik). Model ini diciptakan berdasarkan sebuah proposal yang dibuat oleh the International Standards Organization (ISO) sebagai langkah awal menuju standarisasi protokol internasional yang digunakan pada berbagai layer . Model ini disebut ISO OSI (Open System Interconnection) Reference Model karena model ini ditujukan bagi pengkoneksian open system. Open System dapat diartikan sebagai suatu sistem yang terbuka untuk berkomunikasi dengan sistem-sistem lainnya. Untuk ringkas-nya, kita akan menyebut model tersebut sebagai model OSI saja.
1.5 Hardware Jaringan
Untuk membuat suatu jaringan komputer, diperlukan perlengkapan sebagai berikut:
• Minimal ada satu komputer yang berlaku sebagai server (pusat data)
• Ada komputer workstation (tempat kerja)
• Sistem operasi pendukung jaringan seperti Win NT, Netware, Linux ,dsb
• Peripheral jaringan seperti Network Interface Card (NIC), hub, dll
• Media penghubung antarkomputer seperti kabel, connector, terminator, dll
Melaksanakan instalasi LAN
2.1. Local Area Network (LAN)
Local Area Network (LAN) merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama resource (misalnya, printer, scanner) dan saling bertukar informasi. LAN dapat dibedakan dari jenis jaringan lainnya berdasarkan tiga karakteristik: ukuran, teknologi transmisi dan topologinya. LAN mempunyai ukuran yang terbatas, yang berarti bahwa waktu transmisi pada keadaan terburuknya terbatas dan dapat diketahui sebelumnya. Dengan mengetahui keterbatasnnya, menyebabkan adanya kemungkinan untuk menggunakan jenis desain tertentu. Hal ini juga memudahkan manajemen jaringan. LAN seringkali menggunakan teknologih transmisi kabel tunggal. LAN tradisional beroperasi pada kecepatan mulai 10 sampai 100 Mbps (mega bit/detik) dengan delay rendah (puluhan mikro second) dan mempunyai faktor kesalahan yang kecil. LAN-LAN modern dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi, sampai ratusan megabit/detik.
2.2.1 Topologi LAN
2.2.1.1 Topologi Bus
Karakteristik topologi ini adalah sebagai Berikut :
Disebut juga Daisy Chain.
• Paling banyak dipakai karena sederhana dalam instalasi.
• Pada topologi bus, terdapat satu jalur umum yang berbentuk suatu garis lurus. Yang mana kemudian masing-masing node dihubungkan kedalam jalur garis tersebut.
• Transmisi dari suatu workstation dapat menyebar dan menjalar ke workstation lainnya, ini disebabkan setiap workstation menggunakan media transmisi yang sama.
• Dapat terjadi collision (dua paket data tercampur), karena sinyal mengalir dalam dua arah.
• Problem terbesar : jika salah satu segmen kabel putus, maka seluruh jaringan akan terhenti.
• Meskipun ada percabangan media transmisi, tetapi tidak membentuk jalur tertutup (closed loop).
• Berupa bentangan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup oleh terminator dan terdapat node-node sepanjang kabel.
• Instalasi mudah dilakukan.
2.2.1.2 Topologi Star
Karakteristik topologi ini sebagai berikut :
• Medium transmisi yang digunakan dalam tipe topologi ini, membentuk jalur tertutup (closed loop), dan setiap workstation mempunyai kabel tersendiri untuk langsung berhubungan dengan file server, sehingga seluruh sistem tidak akan gagal bila ada salah satu kabel pada workstation yang terganggu.
• Mudah dikembangkan, karena tiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung kecentral node.
• Dapat digunakan kabel yang “lower grade”, karena hanya menghandle satu lalu lintas data, biasanya digunakan kabel UTP.Node-node tersambung langsung ke suatu node pusat (biasa berupa hub), sehingga mudah dikembangkan.
• Keuntungannya dari topologi star adalah apabila satu kabel node terputus, node lainnya tidak terganggu
2.2.1.3 Topologi Ring
Karakteristik topologi ini sebagai berikut :
• Dalam topologi ring, setiap node dihubungkan dengan node lain, sehingga membentuk lingkaran.
• Karena sistem transmisinya menggunakan kabel yang saling menghubungkan beberapa workstation dengan file server dalam bentuk lingkaran tertutup, maka tipe ini memiliki kelemahan, yaitu apabila pada salah satu hubungan ada yang putus, maka keseluruhan hubungan terputus.
2.2.2 Merencanakan LAN
Sekarang kita akan membahas bagaimana merencanakan suatu LAN yang baik. Tujuan utamanya untuk merancang LAN yang memenuhi kebutuhan pengguna saat ini dan dapat dikembangkan di masa yang akan datang sejalan dengan peningkatan kebutuhan jaringan yang lebih besar. Desain sebuah LAN meliputi perencanaan secara fisik dan logic . Perencanaan fisik meliputi media yang digunakan bersama dan infrastruktur LAN yakni pengkabelan sebagai jalur fisik komunikasi setiap devais jaringan. Infrastruktur yang dirancang dengan baik cukup fleksibel untuk memenuhi kebutuhan sekarang dan masa datang.
Metode perencanaan LAN meliputi :
• Seorang administrator network yang bertanggung jawab terhadap jaringan.
• Pengalokasian IP address dengan subnetting.
• Peta letak komputer dari LAN dan topologi yang hendak kita gunakan.
• Persiapan fisik yang meliputi pengkabelan dan peralatan lainnya.
Di antara hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perancangan LAN adalah lokasi fisik itu sendiri. Peta atau cetak biru bangunan-bangunan yang akan dihubungkan serta informasi jalur kabel (conduit) yang ada dan menghubungkan bangunan-bangunan tersebut sangat diperlukan. Jika peta seperti ini tidak ada maka perlu digambarkan peta dengan cara menurut kabel-kabel yang ada. Secara umum dapat diasumsikan bahwa pengkabelan yang menghubungkan bangunan-bangunan atau yang melewati tempat terbuka harus terdapat di dalam conduit. Seorang manajer jaringan harus menghubungi manajer bangunan untuk mengetahui aturan-aturan pengkabelan ini sebab manajer bangunan yang mengetahui dan bertanggung jawab atas bangunan tersebut. Pada setiap lokasi (yang dapat terdiri dari beberapa bangunan) harus ditunjuk seorang manajer jaringan. Manajer jaringan harus mengetahui semua konfigurasi jaringan dan pengkabelan pada lokasi yang menjadi tanggung jawabnya. Pada awalnya tugas ini hanya memakan waktu sedikit. Namun sejalan dengan perkembangan jaringan menjadi lebih kompleks, tugas ini berubah menjadi tugas yang berat. Jadi sebaiknya dipilih orang yang betul-betul berminat dan mau terlibat dalam perkembangan jaringan.
Mengatur perangkat menggunakan software
3.1. Langkah Konfigurasi melalui software
3.1.1.Konfigurasi BIOS
Ras# to Cas# delay
• Angka clock untuk waktu tunggu antara RAS dan CAS
• Semakin kecil setting memory akan di access semakin cepat
Ras# Precharge time
• Angka tunggu untuk Precharge pada memory chip
• Semakin kecil angka setting semakin cepat memory di access
CPU to PCI IDE posting
• Waktu dari CPU ke PCI bus dapat di buffer oleh controller
• Aktifkan dan setting pada angka terkecil. misalnya 3t adalah lebih cepat dari pada 4t
System BIOS cacheable
• Memindahkan (Copy) system BIOS kedalam memory
• Setting ini hanya efektif dengan system BIOS pada setting Shadowed. Cache BIOS ROM adlah pada F0000H-FFFFFH melalui L2 cache. Baiknya, peningkatan pada access sistem BIOS. Dimana, tidak terjadi translate ke sistem yang lebih baik sebaik operating sistem tidak memerlukan system BIOS terlalu banyak. Rekomendasinya adalah setting Disable pada SYstem BIOS cache. karena selain membuang L2 cache pada Bandwidth, pada program yang mengunakan area BIOS ROM tersebut akan terjadi Crash
Video BIOS cacheable
• Memindahkan (Copy) BIOS Video ke memory
• Sebaiknya setting Disable, pada BIOS ROM C0000H-C7FFFH akan melalui L2 cache memory. Sistem ini akan memperbaiki performance Video BIOS. Tetapi tdaik meningkatkan kecepatan pada OS yang mengunakan access pada Video card hardware secara langsung. Selain itu juga, akan membuang percuma alokasi L2 cache memory untuk pemakaian alokasi pada BIOS ROM.
• Diset pada disable
Video Ram Cacheable
• Mengcopy RAM pada VGA card ke memory untuk mempercepat access
• Video ROM mengunakan alokasi L2 cache pada A0000H-AFFFFH. Tujuannya adalah mempercepat access pada Video memory. Cara ini tidak membuat performance meningkat.
• banyak VGA card yang sudah mengunakan bandwidth sampai 5.3GB/detik pada DDR misalnya. Sementara SDRAm hanya memiliki kecepatan 0.8GB/detik atau 1.06GB/detik pada kecepatan PC 133. Misalnya mengunakan P3 650, dengan L2 cache bandwidth 20.8 GB (256bit X 650MHz), hal ini membuat penampilan yang lambat pada SDRAM dimana memory VGA sebenarnya dapat bekerja lebih cepat dibandingkan alokasi ke SDRAM memory.
• Umumnya tidak dibutuhkan, karena memory VGA sudah lebih cepat.
16 dan 8 Bit I/O Recovery time
• Angka pada cycle clock untuk menperlambat proses I/O
• Diset pada angka terkecil untuk mempercepat proses I/O
Passive Release
• Mengijinkan CPU ke PCI bus untuk memproses selama non aktif.
• Setting terbaik adalah enable.
Delayed Transaction
• Feature chipset untuk 32 bit melakukan penulisan dari buffer dengan delay cylce.
• Setting adalah Enable, jika mengunakan PCI device yang sudah mendukung versi 2.1. Bila mengalami masalah pada PCI (tidak mendukung versi 2.1) sebaiknya di disable.
SDRAM RAS to CAS delay
• Mendelai setelah CAS berhasil memproses signal dari RAS atau waktu tunggu antara data dari Row address strobe ke Column address stribe.
• Dapat diaktifkan (enable), tetapi pada SDRAM yang hanya berkecepatan rendah akan membuat computer hang. Bila memory gagal, sebaiknya dilakukan setting Disable.
SDRAM RAS Precharge time
• Jumlah waktu tunggu yang dibutuhkan untuk merefresh memory sebelum process selanjutnya.
• Semakin kecil semakin mempercepat proses memory.
SDRAM CAS latency
• Setting memory untuk latency time, umumnya sudah diset pada SDRAM.
• Semakin kecil semakin baik, tergantung kecepatan memory.
Quick power on selft test
• Mempercepat waktu power cool boot start
• Setting di enable untuk mempercepat computer melakukan booting
Video ROM shadow
• Mengcopy address ROM dari VGA ke memory
• Dapat diaktifkan pada VGA model lama, Disable bila VGA sudah mengunakan teknologi baru
PCI/VGA Palette snoop
• Sinkronisasi antara palette di dua vga card
• Di disable untuk setting terbaik, enable bila terdapat VGA dengan MPEG atau VGA/TV converter.
PNP OS Instlled
• Bila sistem OS mengunakan PnP sistem, maka dapat di set dengan ON, hal ini mengijinkan Management device resource mengambil alih dalam penanganan hardware
• Untuk pilihan NO, bila sistem OS tidak PnP, dan BIOS akan menangani sistem Hardware secara manual.
Force Update ESCD / Reset Configuration Data
• ESCD (Extended System Configuration Data) adalah feature dari sistem PnP BIOS yang menyimpan sistem IRQ, DMA dan IO serta memory pada seluruh hardware baik ISA, AGP dan PCI. Normalnya setting di set Disabled.
• Tetapi bila mengunakan menambah card baru, sistem akan di rekonfigurasi kembali dan kemungkinan akan terjadi konflik. Untuk Bila sistem OS mengunakan PnP sistem, maka dapat di set dengan ON, hal ini mengijinkan Management device resource mengambil alih dalam penanganan hardware. Setting Enable akan memperbaharui data pada BIOS dan pada process BOOT selanjutnya akan di set ke Disable kembali oleh BIOS.
Resource Controllerd By (Auto, manual)
• BIOS mampu secara otomatis mengkonfigurasi sistem pada proses BOOT dengan kompatible hardware yang PnP. Normalnya di set AUTO. BIOS akan secara otomatis mengenal IRQ dan DMA channel.
• Tetapi ila terjadi masalah pada sistem Reource secara otomatis, maka setting IRQ dapat diset dengan IRQ dan DMA secara manual. Juga anda dapat melakukan setting manual untuk IRQ dan DMA cahnnel dengan mengaktifkan LEGACY ISA A atau PCA/ISA PnP.
• Legacy ISA device adalah sistem spesifikasi PC/AT dan dibutuhkan untuk setting IRQ /DMA agar bekerja.
Assign IRQ for VGA (Enable – Disable)
• Untuk hardware VGA card highend seperti 3D accelerator card membutuhkan setting Enable. Setting disable dapat menyebabkan operasi card menjadi low performance. Untuk baiknya bila terjadi masalah pada VGA sebaiknya di set Enable.
Assign IRQ for USB (Enable – Disable)
• Fungsi ini mirip dengan Enable dan Disable alokasi IRQ untuk USB
• Setting Enable, bila mengunakan USB
• Setting Disable, akan menyebabkan USB device tidak bekerja dengan baik. Atau bila tidak memiliki USB device sebaiknya di set Disable.
PCI IRQ Activaded By (Edge – Level)
• Edge adalah sistem triggered (mengunakan single Voltage) untuk IRQ PCI card. Setting ini untuk ISA card atau PCI card jenis lama.
• Level adalah setting multiple voltaged levels.
PIRQ
• Pada PCI slot mampu mengaktifkan 4 interupt, INT A, B, C, D
• AGP slot mampu diaktifkan dengan 2 INT, A dan B
• Normalnya, masing masing slot di alkokasikan dengan INT A. Dan INT lainnya di cadangkan untuk AGP/PCI device lain yang membutuhkan lebih dari 1 IRQ atau juga IRQ dibutuhan.
• AGP slot dan PCI slot 1 mengunakan IRQ yang sama, Maka untuk menghindari konflik, hindari pemakaian slot 1 dengan AGP.
• Juga pada PCI slot 4 dan 5 mengunakan IRQ yang sama, Hindari pemasangan hardware yang mengunakan INT pada slot 4-5
• Untuk USB pengunakan PIRQ 4
• Normalnya, biarkan setting secara AUTO. Tetapi bila dibutuhkan anda haris menandakan IRQ untuk masing masing AGP dan PCI. Contoh diatas dapat dibuat seperti, misalnya PCI network pada PCI slot 3, maka pada table menunjukan primary PIRQ adalah 2, sebab slot tersebut di alokasikan dengan kemungkinan INT A
• Setelah itu, pilih IRQ yang ingin digunakanuntuk menandakan slot PIRQ. Jika network mengunakan IRQ 7 (terlihat pada BIOS(, dan setting PIRQ 2 digunakan adalah 7. BIOS akan menalokasikan IRQ 7 sebagai slot 3.
• yang perlu diingat, bahwa BIOS akan mencoba mengalokasi PIRQ yang dilink pada INT A pada masing masing slot. Juga pada APG dan PCI slot primary PIRQ adalah IRQ 0. Sementara PCI slot 2 mengunaknan Primary PIRQ 1 dan selanjutnya.
PCI Dynamic Bursting (Enable – Disable)
• Setting tersebut adalah mengaktifkan Write Buffer pada PCI. Jika di Enable, maka writing data transaksi pad PCI bus akan melalui buffer. Burst Transaksi juga akan dilakukan secepat mungkin
• Setting sebaiknya di Enable. Dengan setting Enable, tranfer data buffer akan secepatnya dikembalikan atau di Flush sehingga tidak terjadi delay proses.
PCI Master 0 WS (Wait State) write (Enalbe – Disable)
• Dengan Enable, tranfer data PCI akan di proses secepat mungkin
• Dengan Disable, tranfer data PCI akan didelay 1 wait state
• Rekomendasi untuk setting digunakan Enable
• Untuk delay 1 wait state adalah rekomendasi pemakaian pada overclock PCI Bus
Langkah pertama kali yang harus diambil adalah mengganti setting booting tergantung kita akan melakukan booting dari drive yang mana, a:\ , c:\ , d:\ untuk lebih mudahnya setting BIOS secara default dimana BIOS akan melakukan konfigurasi yang terbaik.
3.1.2. Konfigurasi dengan Sistem operasi
Setelah memasang perangkat kartu jaringan maka kita harus menginstal driver dari perangkat tersebut supaya kartu jaringan bisa dipakai.
Langkah pertama kita buka kontrol panel, kemudian kita pilih add Hardware untuk menambahakan perangkat baru tersebut.
setelah itu akan keluar wizard yang akan menuntun kita untuk proses instalasi driver, kita tinggal mengikuti petunjuk yang ada.
Kemudian kita tingga memilih hardware sesuai yang kita miliki, dan ikuti teruspetunjuk yang ada.
Jika telah selesai maka kita bisa memeriksa apakah kartu jaringan tersebut sudah dikenali oleh sistem operasi dan bisa digunakan.
Pertama kita klik kanan ikon my computer dan pilih properties, lalu kita pilih Hardware dan klik tombol device manager.
Jika pada perangkat kartu jaringan tidak ada tanda ? berwarna kuning maka kartu jaringan telah siap untuk digunakan,
Langkah selanjutnya kita akan memberikan Alamat pada kartu jaringan tersebut.
Kita pilih menu kontrol panel dan pilih network connections.
Kemudian kita klik ganda icon local area connectios dan akan keluar status dari sambungan lan.
Kita klik tombol properties dan setelah itu kita pilih TCP/IP.
Kemudian kita masukan IP Address, netmask, gateway dan DNS sesuai konfigurasi yang hendak kita rencanakan.
Jika sudah selesai maka kita bisa mengecek apakah konfigurasi yang kita lakukan sudah benar.
Kita masuk ke dos prompt kemudian ketikan ipconfig, maka akan keluar konfigurasi dari kartu jaringan.
Kemudian kita melakukan tes koneksi pada kartu jaringan dengan perintah ping, jika ada reply maka kartu jaringan telah siap digunakan.